Kamis, 19 Juni 2014

3 TUGAS YESUS SEBAGAI ANAK MANUSIA

Istilah Anak Manusia yang disandang oleh Yesus sebagai Mesias di dalam dogmatika Kristen memiliki peranan yang sangat sentral. Tentu istilah Anak Manusia yang dikenakan kepada Yesus memiliki kekuatan yuridis dan juga teologis yang kuat dalam pemberitaan gereja dalam dogmatikanya. Oleh karena itu, ada tiga tugas utama yang dikerjakan atau dilakukan oleh Yesus sebagai Anak Manusia. Dalam paparan Alkitab, secara khusus dalam Perjanjian Baru, kita menemukan secara gamblang peran yang dimainkan oleh Yesus sebagai Anak Manusia. Injil Sinoptik mencatat secara akurat tentang peran atau tugas Yesus sebagai Anak Manusia. Baik pernyataan Yesus secara langsung tentang peran dan tugas-Nya sebagai Anak Manusia maupun pernyataan para murid. Berikut tiga tugas Yesus sebagai Anak Manusia, yaitu: 1. Anak Manusia yang melayani. Beberapa referensi penting tentang Anak Manusia yang melayani dapat ditemukan dalam catatan para penulis Injil secara paralel baik Matius, Markus dan Lukas. Referensi penting dalam ketiga Injil tersebut menjelaskan bahwa Yesus mengacu kepada diri-Nya sebagai Anak Manusia menegaskan dalam kata-kata, pernyataan dan tindakan-Nya "yang datang untuk melayani" membuktikan bahwa Dia adalah Anak Manusia, yaitu Mesias yang melayani. Tergenapinya harapan mesianis di dalam diri Yesus sebagai Anak Manusia membuka tabir tentang rencana mesianik Allah yang telah membumi, di mana sebagai manusia sejati, Yesus sajalah satu-satunya yang pantas dan terbukti memenuhi rancangan Allah dengan datang untuk melayani. Dengan mencermati pernyataan Yesus secara langsung dalam ketiga Injil Sinoptik, kita dapat mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Manusia Sorgawi yang membumi, mesias yang datang dengan misi khusus, yaitu melayani, menjembatani relasi "Allah - Manusia" dan "Manusia - Allah" untuk mendamaikan kedua pihak dan memberi shalom yang abadi kepada manusia dan semua ciptaan-Nya. 2. Anak manusia yang menderita. Selain menegaskan bahwa Yesus sebagai Anak Manusia yang melayani, para penulis Injil juga memberikan paparan mereka bahwa Yesus juga adalah Anak Manusia yang menderita. Penyebutan Anak Manusia yang menderita dalam Injil tentu punya implikasi teologis yang dalam. Pernyataan Yesus bahwa Anak Manusia harus menderita dan mati sangat berseberangan dengan idelisme mesianis dalam perspektif Yudaisme. Perspektif Yesus tentang diri-Nya sebagai Anak Manusia yang menderita ini untuk membuktikan penggenapan nubuatan yang telah disampaikan oleh nabi Yesaya dalam Yesaya 53 tentang hamba, yaitu mesias yang menderita. Dari pernyataan Yesus, jelaslah bahwa Anak Manusia bukan saja yang pra-eksistensi, yang maha agung tetapi hamba yang menderita dan mati untuk manusia berdosa. Penegasan pemakaian istilah Anak Manusia yang menderita ini adalah cocok dengan seluruh rancangan dan karya shalom Allah yang abadi kepada manusia dan seluruh ciptaan yang lain. 3. Anak Manusia yang eskatologis-apokaliptis. Dalam pengajaran Yesus yang diabadikan oleh para penulis Injil adalah sangat jelas bahwa Ia menekankan tentang keberadaan diri-Nya sebagai Anak Manusia, yang bukan saja melayani, menderita tetapi juga Dia adalah yang eskatologis apokaliptis. Orang Yahudi tentan sangat paham tentang nubuatan Daniel berkaitan dengan Anak Manusia yang akan datang dalam kemuliaan. Tetapi orang Yahudi tidak dapat memahami konsep Anak Manusia yang menderita seperti yang dikemukakan oleh nabi Yesaya dalam Yesaya 53. Dan karena itu, orang Yahudi secara tegas menolak dan tidak menerima konsep tersebut. Yesus sendiri yang pertama-tama berbicara tentang Anak Manusia surgawi yang hidup sebagai manusia, menyerahkan diri kepada penderitaan dan kematian, naik ke sorga dan akan datang kembali dalam kemuliaan. Kepada imam besar dan Pilatus yang menghakimi, lalu membunuh-Nya, dengan tegas Yesus katakan "Akulah Dia" - Markus 14:62); dan "engkau mengatakan" - (Matius 26:64), yang merupakan konfirmasi langsung daripada-Nya tentang siapa diri-Nya. Di sini sangat jelas bahwa Yesus konsiten menyatakan dan menekankan tentang diri-Nya sebagai Anak Manusia yang menderita, di mana di depan Pilatus yang menghakimi dan kemudian memutuskan hukuman mati untuk membunuh-Nya; Yesus yang adalah Anak Manusia yang menderita, tetapi nanti dalam kedatangan-Nya yang apokaliptis-eskatologis itu, Ia adalah hakim teragung yang akan menghakimi segenap manusia. Tatkala Ia datang sebagai hakim yang maha agung, yang maha adil, maka semua manusia akan berdiri di hadapan-Nya dan dihakimi-Nya, karena Ia adalah mesias sejati.

Jumat, 13 Juni 2014

3 ALASAN YESUS KRISTUS DISEBUT ANAK MANUSIA

Salah satu dokmatika Kristen ialah tentang Yesus Kristus adalah Anak Manusia. Tanda mesianik yang terpenting bagi Yesus Kristus ialah penyebutan diri-Nya dengan sebutan Anak Manusia. Penyebutan Yesus Kristus sebagai Anak Manusia memiliki posisi dandasar teologis yang kuat dalam doktrin gereja. Istilah Anak Manusia ini begitu strategis, sentral dan juga penting baik Yesus sendiri maupun bagi gereja sebagai umat ketebusan-Nya. Ada tiga fakta penting terkait pemakaian istilah Anak Manusia bagi Yesus Kristus. Hal itu juga penting bagi dogmatika Kristen.Ketiga fakta dimaksud, yaitu: 1. Yesus Kristus sangat menyukai penyebutan diri-Nya sebagai Anak Manusia. Istilah Anak Manusia ini lebih sering dipakai oleh Yesus Kristus bagi diri-Nya selama pelayanan mesianik-Nya di dunia ini. Penyebutan Anak Manusia yang ditulis dalam keempat Injil sebanyak 65 kali. Ini mengindikasikan bahwa memang begitu pentingnya penyebutan Anak Manusia yang dikenakan kepada Yesus Kristus. Juga dalam kaitannya dengan dogmatika gereja. 2. Yesus Kristus disebut sebagai Anak Manusia adalah Istilah yang sangat khas. Dikatakan istilah yang khas, karena faktanya istilah itu tidak pernah dikenakan kepada tokoh manapun di dalam Alkitab. Istilah Anak Manusia murni hanya diperuntukan kepada diri Yesus Kristus saja. Dan hal ini sangat menarik bila ditelusuri di dalam dogmatika Kristen. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa istilah Anak Manusia adalah hak istimewa yang ada pada Yesus Kristus sendiri. Tidak ada pada diri siapa pun juga, sekalipun ia adalah tokoh agama yang penting. 3. Yesus Kristus disebut sebagai Anak Manusia merupakan Istilah yang unik. Secara historis menurut catatan Alkitab bahwa gereja mula-mula berkaitan dengan penyebutan istilah Anak Manusia yang dikenakan kepada Yesus Kristus tidak dipakai, kecuali satu kali dalam visi Stefanus - KPR 7:56. Dengan demikian, istilah Anak Manusia yang dilekatkan pada diri Yesus Kristus adalah unik. Dikatakan demikian, karena itulah cara untuk menjelaskan secara terbuka tentang siapa sebenarnya dir-Nya. Menurut G. Dalman, kata Anak Manusia merupakan istilah yang tidak dipakai secara umum, telah diterima sebagai satu sebutan mesianis secara luas. Istilah Anak Manusia yang dipakai oleh Yesus Kristus memiliki maksud tersendiri.