Kamis, 14 Agustus 2014

4 CARA AGAR TIDAK MURTAD DARI KRISTUS

Roh Kudus dengan jelas telah menyatakan bahwa di waktu kemudian akan muncul kemutadan dari iman pribadi terhadap Kristus dan kebenaran Alkitabiah. Peringatan dari Roh Kudus ini sangat penting bagi setiap orang percaya. Kepentingannya ialah bahwa menjelang zaman akhir, sebagai orang percaya kita akan diperhadapkan dengan kesulitan yang maha dahsyat. Kesulihatan yang maha dahsyat ini sangat mengerikan, sehingga mustahil bagi manusia biasa untuk bisa keluar sebagai pemenang. Kesulitan yang maha dahsyat itu kita alami berkaitan dengan iman kita kepada Yesus Kristus. Banyak orang akan murtad meninggalkan Kristus dan kebenaran Alkitabiah ketika ada di masa kesukaran yang maha dahsyat itu. Sudah banyak kejadian di mana ada orang percaya yang meninggalkan Yesus Kristus dan kebenaran Alkitabiah. Ini fakta yang ada di depan mata kita pada hal kesulitan hidup saat ini tidak sebanding dengan kesukaran yang maha dahsyat yang akan terjadi di masa depan. Oleh karena itu, setiap umat Tuhan atau pengikut Kristus harus serius menjaga dirinya dan memelihara hidupnya dengan sungguh-sungguh di dalam Kristus dan kebenaran Alkitabiah. Kita tidak boleh main-main, berpuas diri dengan ibadah seminggu sekali, giat dalam aktivitas agamawi. Saya mau katakan semua itu baik kita lakukan dan ikuti, namun belum cukup. Kalau demikian, bagaimana caranya agar kita tidak murtad dari Kristus dan kebenaran Alkitabiah ketika ada di masa kesukaran yang maha dahsyat itu? Berikut beberapa hal yang harus kita lakukan berdasarkan Yudas 20. 1. Membangun diri kita sendiri di dalam dan di atas fondasi iman kita yang paling kudus Iman kudus adalah pernyataan dokmatika Kristen yang diajarkan oleh Tuhan Yesus Kristus dan para rasul. Hal ini menuntut kita untuk serius dan sungguh-sungguh belajar kebenaran firman Tuhan. Kita harus konsisten dan komitmen tinggi untuk setiap waktu membaca, merenungkan, menghayati dan mengamalkan kebenaran firman Tuhan dalam hidup setiap hari dan dalam totalitas hidup kita.
Iman kudus adalah iman yang mengakui Allah sebagai pencipta langit, bumi, laut dan segala isinya, mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat satu-satunya yang telah lahir, melayani manusia, mati di kayu salib untuk menebus manusia berdosa, dikuburkan dan pada hari yang ketiga bangkit dari antara orang, menampakkan diri selama 40 hari kepada para murid-Nya, naik ke sorga dan akan datang kembali sebagai Raja di atas segala raja pada kali kedua, menerima Roh Kudus sebagai Pribadi yang menolong, menghibur, menguatkan dan memberi kuasa yang besar bagi hidup kita, mengakui gereja adalah tubuh Kristus, mengakui adanya kebangkitan orang mati, mengakui Alkitab adalah firman Allah yang tanpa salah, sumber ajaran iman satu-satunya yang benar dan memiliki otoritas tunggal atas semua kebenaran. 2. Berdoa dalam Roh. Kita harus memelihara iman kita dengan berdoa dalam Roh Kudus. Berdoa sesuai dengan kemampuan yang diberikan oleh Roh Kudus. Memohon Roh Kudus untuk mengilhami, menuntun, menguasai, memelihara dan menolong kita untuk berjuang dalam doa kita. Berdoa dalam Roh termasuk berdoa dengan pikiran kita dan berdoa dengan roh kita.
Berdoa dalam Roh adalah kita berkomunikasi dengan Bapa sorgawi melalui Roh Kudus. Roh Kudus membantu kita di dalam berdoa dengan ucapan-ucapan yang tak terselami oleh kita. Relasi pribadi dengan Roh Kudus membantu kita untuk kuat dalam menjalani perjalanan iman kita di dunia ini. Tanpa pertolongan Roh Kudus, kita akan jatuh bahkan murtad ketika alami kesukaran yang maha dahsyat itu. 3. Tinggal terus dalam kasih Allah Jangan pernah berusaha untuk keluar dari kasih karunia Allah. Hiduplah selalu di dalam kasih-Nya. Yesus katakan tinggallah di dalam Aku, karena di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Kasih karunia Allah menolong kita untuk sabar menjalani hidup kita. Sabar menantikan pertolongan dari tempat maha tinggi.
Tinggal di dalam kasih Allah menandakan bahwa kita mau setia kepada Allah apapun yang terjadi. Kesukaran maha dahsyat bagaimana pun, tidak akan pernah bisa memisahkan kita dari kasih Allah. Komitmen sepenuh hati untuk tinggal dalam kasih Allah menunjukkan akan kerinduan kita selalu untuk dipuaskan oleh kebenaran firman-Nya. Karena firman itulah yang membuat kita hidup, iman kita bertumbuh, rohani kita dewasa. 4. Rindukan selalu akan kedatangan Kristus Setiap kekasih yang sejati ketika berpisah dalam waktu yang lama, pasti rasa rindunya semakin tinggi untuk bertemu. Dan waktu-waktu pertemuan yang semakin dekat membuat mereka ingin cepat bertemu. Perpisahan yang lama selalu rindu untuk jumpa lagi. Demikian juga dengan kedatangan Yesus Sang Mempelai laki-laki. Tentu Yesus sangat rindu untuk jumpa dengan kita yang adalah mempelai perempuan-Nya.
Kita berjumpa dan menyaksikan saat itu tiba. Kita bukan saja berjumpa dengan Yesus Sang Mempelai laki-laki, tetapi juga akan berjumpa dengan semua yang kita kasihi dalam sebuah suasana yang luar biasa sukacitanya. Dengan merindukan selalu akan kedatangan Yesus yang kedua kalinya, biarlah itu membantu kita untuk tidak murtad dari Dia dan kebenaran firman-Nya.

Rabu, 13 Agustus 2014

PENGERTIAN DAN DEFINISI PENGANGKATAN

Pengangkatan gereja dalam merupakan salah satu dokmatika dalam teologi kekristenan. Pengangkatan gereja ini juga merupakan salah satu mata rantai yang tidak terpisahkan dari karya penebusan yang dikerjakan oleh Tuhan Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya dan menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi. Apa sesungguhnya arti dari kata pengangnkatan itu? Istilah pengangkatan dalam bahasa Inggrisnya ada beragam nomina. Nomina-nomina tersebut adalah sebagai berikut, yaitu: pertama, appointment yang artinya "janji, penunjukan, pengangkatan, janji bertemu, penetapan, jabatan"; kedua, designation berarti: "penunjukan, sebutan, penandaan, gelar, pengangkatan, penyebutan"; ketiga, assignment artinya "tugas, penugasan, penempatan, pekerjaan, penyerahan, pengangkatan"; ketiga, lifting artinya "pengangkatan"; keempat, adoption yang berarti "adopsi, pengangkatan, pemakaian, pemungutan"; kelima, elevation artinya "ketinggian, pengangkatan, peninggian, tingginya, bukit"; keenam, nomination artinya "pencalonan, penunjukan, pengangkatan, benuman"; ketujuh, levitation artinya "pengangkatan"; kedelapan, pickup artinya "pikap, pengambilan, pengangkatan, truk pikap, gerobak pikap"; kesembilan, lug artinya "penyeretan, pembawaan, pengangkatan, telinga"; kesepuluh, assignation artinya "penempatan, pengangkatan, pertemuan yg disepakati". Pengangkatan dalam perspektif teologi Pengangkatan dalam perspektif teologi menjelaskan tentang karya dan tindakan Allah yang khas dan khusus berkaitan dengan status yang dikaruniakan-Nya bagi kita orang percaya. Berkenaan dengan paparan di atas, maka dapat dikatakan bahwa pengangkatan atau "adoption" ialah "Karya dan tindakan anugerah Allah yang mengaruniakan status dan hak istimewa kepada orang yang ditebus-Nya menjadi anak-anak Allah". Adoption atau adopsi atau pengangkatan di sini menunjuk kepada tindakan yuridis Allah terhadap orang percaya yang percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya secara pribadi. Tindakan yuridis Allah adalah tindakan yang pasti sempurna dari Allah untuk memberikan hak spesial kepada setiap orang yang percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya secara pribadi menjadi anak Allah. Berkaitan dengan hal ini, penulis Injil Yohanes menulis demikian: "Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya" - Yohanes 1:12. Tindakan yuridis Allah tersebut menjadi jaminan yang pasti bahwa kita yang menerima dan percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi memiliki hak untuk mewarisi janji-janji Allah dan juga sebagai pewaris dari warisan kekal milik-Nya yaitu hidup yang kekal. Jadi, kita ini adalah anak dan Allah adalah Bapa kita. Sebagai anak, kita memiliki hak untuk menerima warisan kekal yaitu hidup kekal dari Allah dan berhak menempati kerajaan sorga karena kita ahli waris-Nya. Selain itu, sebagai anak, kita juga memiliki kewajiban, yaitu hormat kepada Bapa, dengar-dengaran kepada firman Bapa, taat melakukan perintah-perintah Bapa, dan menjauhi larangan-larangan Bapa, hidup menyenangkan hati Bapa dan mempermuliakan nama-Nya. Dalam Injil Matius dikatakan demikian: "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga" - Matius 5:13-16. Jadi, sebagai anak, kita harus menjadi garam yaitu menggarami dunia yang sedang hidup dalam kebusukan dosa. Kita harus menjadi terang untuk menerangi orang yang sedang berada di dalam kegelapan dosa. Dengan begitu kita menjadi berkat bagi sesama kita dan akhirnya mempermuliakan Bapa di sorga.